Apa itu Katarak? Kenali Gejala, Jenis, dan Pencegahannya!

  • October 21, 2022

Katarak adalah sebuah penyakit mata yang ditandai dengan kekeruhan pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Akibatnya penderita akan kesulitan dalam membaca, mengendarai mobil maupun melihat ekspresi di wajah orang lain. Kondisi seperti ini biasanya terjadi pada lansia karena pertambahan usia.

Namun ada juga yang mengalaminya karena cedera. Pada beberapa kasus penyakit ini juga bisa disebabkan oleh kelainan genetik bawaan. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu bagian mata atau dua sekaligus.

Gejala Katarak

Gejala katarak tidak muncul sekaligus. Sebaliknya munculnya sangat perlahan dan jika dibiarkan akan mengganggu penglihatan. Berikut ini adalah beberapa gejala atau tanda yang bisa kamu jadikan acuan untuk mengenalinya:

  • Kamu akan memerlukan cahaya yang lebih terang untuk membaca atau melakukan kegiatan lainnya
  • Melihat lingkaran cahaya pada area sekitar lampu yang kamu lihat
  • Sulit melihat di malam hari
  • Mengalami penglihatan ganda dalam satu mata
  • Penglihatan menjadi kabur atau redup
  • Penglihatan pada warna yang semakin memudar
  • Sering kali terjadi perubahan pada resep lensa kontak atau kacamata

Pada gejala awal katarak tidak akan terlalu berpengaruh. Bahkan kamu tidak akan menyadarinya. Namun jika sudah parah maka kamu baru merasakan dampak yang signifikan seperti penglihatan yang kabur dan mengganggu aktivitas.

Untuk mengetahui tentang penyebabnya, baca konten berikut ya: Penyebab Katarak Secara Umum.

Jenis-Jenis Katarak

Katarak adalah salah satu jenis penyakit yang berkembang secara perlahan dan biasanya dimulai sejak usia 40. Untuk jenisnya sendiri ada tiga, yaitu:

Katarak Nuklir

Jenis ini merupakan yang paling umum ditemui. Jenis katarak nuklir dimulai dengan adanya pengerasan secara bertahap dan menguningnya zona pusat lensa. Seiring berjalannya waktu pengerasan dan penguningan akan meluas hingga ke lapisan lensa lainnya.

Ketika berkembang kemampuan mata untuk fokus sementara akan meningkat. Namun peningkatan ini tidak permanen. Setelah itu lama kelamaan baru pandangan akan mulai kabur.

Katarak Kortikal

Selanjutnya ada katarak kortikal yang terbentuk pada lapisan cangkang lensa yang disebut dengan konteks. Secara bertahap jenis ini akan semakin meluas hingga ke bagian tengah dan luar lensa. Jenis ini umumnya akan menyebabkan penglihatan jadi kabur, silau dan kontras. Jenis ini lebih berisiko menyerang penderita diabetes.

Katarak Posterior Subcapsular

Jenis yang terakhir ini biasanya akan berpengaruh pada kemampuan membaca dan melihat di malam hari. Gejala awalnya akan dimulai pada daerah buram kecil atau berawan di posterior lensa.

Dinamakan subkapsular karena terbentuknya berada di bawah kapsul lensa. Kamu yang menggunakan steroid atau menderita rabun jauh ekstrem dan diabetes memiliki risiko tinggi terkena katarak posterior subcapsular.

Pengobatan Katarak

Obat katarak sampai sekarang belum ada dan satu-satunya cara untuk mengobatinya adalah dengan melakukan operasi. Prosedur operasi selain efektif juga lebih cepat. Bahkan tindakan ini tidak hanya akan menghilangkan penyakit ini saja namun bisa memastikan kamu tidak akan mendapatkannya lagi di masa depan.

Pencegahan Katarak

Sampai saat ini belum ada cara pencegahan khusus yang sudah terbukti untuk masalah perkembangan penyakit ini. Meski begitu kamu tetap bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Periksa mata secara teratur agar bisa membantu mendeteksi masalah mata lain di tahap awal dan melakukan pengobatan jika ada masalah
  • Atasi masalah kesehatan lain yang kamu derita. Misalnya saja masalah kesehatan diabetes
  • Hindari atau mengurangi konsumsi alkohol
  • Lakukan tips diet sehat untuk menjaga kesehatan tubuh
  • Memenuhi kebutuhan vitamin dengan mengonsumsi buah dan sayur
  • Mengenakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan

Katarak memang sebuah penyakit yang sulit dideteksi secara dini. Namun untuk mengurangi risiko terpapar penyakit ini ada baiknya kamu melakukan pencegahan dengan menjaga pola hidup sehat dan berbagai cara di atas.

Sumber:

https://www.halodoc.com/kesehatan/katarak

https://ciputrasmgeyeclinic.com/katarak/

Sulit Hamil? Waspadai Sindrom MRKH pada Wanita!

  • July 12, 2022

Bagi sebagian wanita mungkin tidak pernah menyangka jika  di dunia ini ada orang yang tidak memiliki rahim, meskipun jika dilihat dari luar alat vitalnya terlihat normal. Kelainan ini disebut dengan sindrom MRKH, sindrom apakah ini, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengobatinya? Simak info lengkapnya pada pembahasan kali ini!

Apa Itu Sindrom MRKH?

Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser atau biasa disebut dengan Sindrom MRKH, merupakan suatu kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita, dimana rahim, serviks, dan vagina tidak bisa berkembang sempurna atau bahkan tidak ada sejak awal, walaupun jika dilihat dari luar terlihat normal saja. 

Oleh karena itu, wanita dengan kondisi ini biasanya tidak mengalami menstruasi dan kesulitan hamil secara alami karena tidak memiliki rahim, selain itu penderitanya juga bisa mengalami kesulitan dan kesakitan ketika penetrasi saat berhubungan seksual. 

Menurut data dari kedokteran nasional USA, kondisi ini bisa terjadi pada 1 dari 5.000 wanita di dunia. Dan kabar baiknya wanita yang mengidap kelainan ini masih memiliki ovarium, sehingga tanda-tanda pubertas masih terlihat. 

Sindrom ini dibagi menjadi 2 jenis yang pertama adalah MRKH tipe 1 dimana hanya organ reproduksinya saja yang terdampak dan tidak bisa berkembang sempurna. Sementara jika ada kondisi tidak normal pada organ tubuh yang lain seperti tulang belakang dan ginjal disebut dengan MRKH tipe 2. 

Penyebab Sindrom MRKH 

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab sindrom MRKH secara pasti, para ahli hanya menduga jika kelainan ini terjadi karena adanya kelainan genetika sehingga perkembangan janin menjadi terganggu. 

Kelainan reproduksi wanita ini terjadi sejak awal kehidupannya ketika masih dalam kandungan dimana saluran mullerian yang seharusnya terbentuk jadi tidak bisa terbentuk dengan baik, saluran ini merupakan cikal bakal dari vagina, leher rahim, rahim, dan tuba falopi. 

Faktor lain yang diduga kuat menjadi penyebab kelainan ini adalah faktor lingkungan yang tidak sehat, kebiasaan buruk ibu selama kehamilan, dan janin terkena efek samping dari obat yang dikonsumsi ibu akibat penyakit lain. 

Gejala Sindrom MRKH 

Gejala sindrom MRKH sulit untuk dikenali. Sebab tidak ada ciri khusus jika seseorang mengidap sindrom ini, dibutuhkan waktu cukup lama untuk bisa mengidentifikasinya. Biasanya gejala baru terlihat ketika anak berusia 15-16 tahun. 

Ada 2 jenis sindrom ini dan masing-masing memiliki gejala yang berbeda, yaitu: 

MRKH tipe 1 

  • Tidak pernah mengalami menstruasi selama hidupnya (amenore primer) 
  • Infertilitas atau tidak bisa hamil secara alami karena tidak memiliki rahim dan tuba falopi 
  • Kesulitan dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual karena vagina tidak berkembang sempurna, atau bahkan hanya memiliki sebagian kecil dari bagian vagina saja  

MRKH tipe 2 

  • Mengalami kelainan tulang belakang 
  • Skoliosis 
  • Ginjal tidak berkembang dengan baik, seperti kedua ginjal berada pada posisi yang sama dan salah satu ginjal tidak berfungsi. 
  • Mengalami gangguan pendengaran 
  • Kecacatan pada organ jantung 

Metode Pengobatan MRKH Syndrome

Sebelum melakukan prosedur pengobatan, kamu harus melakukan beberapa pemeriksaan oleh dokter seperti ultrasound, MRI, dan tes menyeluruh untuk mencari tahu apakah ada organ lain yang terdampak. Jika sudah mengetahui kondisi pasti pasien, dokter akan menyarankan metode pengobatan terbaik. 

Beberapa metode pengobatan yang sering dilakukan di antaranya: 

  • Operasi plastik vagina atau membuat neovagina untuk mengobati vagina yang tidak berkembang sempurna 
  • Bedah rekonstruksi untuk mengobati kelainan tulang 
  • Terapi psikologis untuk menjaga kesehatan mental penderita 
  • Transplantasi rahim 
  • Tindakan self dilation  

Meski penderita sindrom MRKH kesulitan hamil jangan terlalu bersedih. Bagaimanapun keadaan organ reproduksinya penderita MRKH syndrome tetaplah wanita seutuhnya. Masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan buah hati misalnya adopsi atau melakukan surrogate pregnancy. Semoga informasi ini bermanfaat dan Tetap semangat, ladies!