Pahami Sindrom Baby Blues dan Langkah Tepat Mengatasinya

  • May 1, 2022

Mengalami sindrom baby blues menjadi satu hal yang harus diperhatikan bagi para wanita hamil dan orang terdekatnya. Tidak sedikit yang masih belum mengenal dan mengetahui gangguan satu ini, padahal sebagian besar wanita yang baru saja melahirkan mengalami baby blues.

Tingkat keparahan hingga gejala yang bisa dirasakan setiap wanita tentu berbeda-beda. Begitu juga dengan penyebab baby blues dipengaruhi oleh berbagai faktor. Nah, untuk menghindari efek dari baby blues yang bisa mengancam jiwa bagi sang ibu, maupun bayi, simak ulasan singkatnya berikut ini.

Apa Itu Sindrom Baby Blues Setelah Melahirkan?

Masa kehamilan sampai tiba waktunya melahirkan menjadi hal yang banyak dinantikan para wanita. Apalagi untuk pertama kalinya, sehingga segala persiapan dilakukan semaksimal mungkin. Mulai dari materil, tenaga, hingga mental.

Hanya saja gangguan psikologi berupa baby blues tetap dengan tiba-tiba dialami tanpa penyebab yang jelas. Memang penyebab gangguan ini belum diketahui pasti, tapi ada banyak faktor yang memang bisa memberi efek pada seorang wanita.

Dalam ciri-ciri baby blues bagi setiap wanita yang baru melahirkan sendiri berbeda-beda, termasuk jangka waktunya. Sebagian besar mengalami sekitar 1 sampai 2 minggu awal setelah melahirkan. Ada pula yang jangka panjang hingga berbulan-bulan.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Apa saja gejala baby blues? Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Kelelahan dan mudah merasa lelah.
  2. Emosi tidak stabil dan menjadi mudah marah.
  3. Merasa sedih hingga menangis tanpa alasan yang jelas.
  4. Perubahan mood secara drastis.
  5. Merasa kehabisan waktu untuk mengurus diri sendiri dan bayi.
  6. Sulit berkonsentrasi.

Gejala di atas bisa diikuti dengan gangguan kesehatan lain. Pada contoh kasus baby blues yang pernah terjadi dan dialami sebagian ibu, sakit kepala dan mual bisa menyerang secara tiba-tiba, membuat kehilangan tenaga.

Berbeda dengan Postpartum Depression

Selain baby blues, gangguan psikologi lain bagi ibu yang baru melahirkan adalah postpartum depression. Gejalanya hampir mirip dengan tingkatan lebih parah. Postpartum depression merupakan gangguan jangka panjang.

Perbedaannya, postpartum depression bisa berjalan lebih dari 2 minggu dan membuat perubahan yang sangat signifikan bagi kondisi fisik. Seperti berkurangnya berat badan yang drastis, tidak bisa fokus dalam berkegiatan, alami gangguan kecemasan, menangis terus-menerus, hingga melukai diri sendiri maupun orang lain (termasuk anak/bayi).

Orang-orang terdekat wajib memahami kondisi psikologis ibu yang baru melahirkan untuk menghindari hal buruk terjadi. Begitu juga membedakan mana baby blues dan mana postpartum depression.

Langkah-Langkah Mengatasi Gejala Sindrom Baby Blues

Ketika kondisi mental dan emosi perlahan stabil, umumnya gejala akan berkurang seiring waktu. Kamu pun bisa melakukan langkah-langkah berikut sebagai cara mengatasi gejala baby blues, yaitu:

  • Sebisa mungkin untuk tidur yang cukup.
  • Minta bantuan orang terdekat dan andalkan jasa baby sitter untuk merawat si kecil.
  • Usahakan ciptakan me time untuk sekadar istirahat dan menikmati hiburan.
  • Makan makanan bergizi dan pastikan konsumsi asupan bernutrisi yang cukup.
  • Hindari mengkonsumsi alkohol, merokok, dan asupan tidak sehat lainnya yang akan memperburuk kondisi psikologis.
  • Segera hubungi dokter spesialis untuk dapatkan penanganan yang tepat bila gejala terasa sangat mengganggu.

Penanganan  sindrom baby blues tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri, kamu juga harus mau meminta bantuan orang terdekat dan jangan malu untuk mengungkapkan perasaan tidak nyaman setelah melahirkan. Hindari merasa sungkan atau bersalah untuk meminta bantuan dari keluarga dan sahabat dalam merawat si kecil.

Yuk, Simak Fakta Vitamin Ibu Hamil di Sini!

  • April 28, 2022

Kalau kamu sedang hamil atau tengah merencanakan kehamilan, kamu perlu berhati-hati dalam mengonsumsi berbagai jenis makanan, minuman, obat-obatan, hingga vitamin ibu hamil atau beragam jenis suplemen lainnya, lho!

Beberapa vitamin dan suplemen mungkin akan memberikan efek yang berbahaya bagi ibu dan janin apabila dikonsumsi tanpa konsultasi terlebih dahulu kepada ahlinya. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi vitamin ibu hamil atau suplemen kehamilan lainnya.

Apa Itu Vitamin?

Faktanya, tubuh manusia membutuhkan berbagai nutrisi untuk kesehatan dan fungsi tubuh yang baik. Manusia pada umumnya memerlukan beberapa nutrisi, seperti mineral, vitamin, karbohidrat, protein, lemak, dan serat.

Vitamin merupakan suatu senyawa organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk tubuh manusia. Vitamin ialah senyawa yang tidak dapat dibuat oleh tubuh kamu sendiri. Selain vitamin D yang dibuat kulitmu dari sinar matahari, sebagian besar vitamin yang kamu butuhkan berasal dari makanan yang sudah kamu konsumsi.

Vitamin dan Mineral Penting dalam Kehamilan

Nutrisi yang baik dan terpenuhi selama masa kehamilan sangat berperan penting untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi yang sehat. Selain itu, dengan terpenuhinya nutrisi harian yang cukup, ibu hamil juga akan mendapat manfaat kesehatan untuk jangka pendek dan jangka panjang sekaligus.

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman dengan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan juga kebutuhan bayinya. Saat hamil, seorang wanita membutuhkan lebih banyak nutrisi, termasuk folat, protein, zat besi, yodium, dan beberapa vitamin.

Folat diketahui dapat membantu mencegah cacat tabung saraf, seperti spina bifida, ketika diminum minimal satu bulan sebelum pembuahan dan selama tiga bulan pertama kehamilan. Sementara itu, zat besi membantu mencegah anemia pada ibu dan mencegah berat badan lahir rendah pada bayi. Yodium berguna untuk perkembangan sistem saraf dan otak.

Jenis vitamin ibu hamil yang mungkin diperlukan adalah vitamin B12, dan vitamin D. Vitamin B12 sangat penting, karena dapat mendukung perkembangan sistem saraf bayi. Sementara itu, vitamin D memabntu proses perkembangan sistem kerangka bayi.

Multivitamin

Multivitamin merupakan suatu kombinasi dari berbagai macam vitamin dan mineral. Multivitamin biasanya dikonsumsi dalam bentuk tablet da nada juga multivitamin yang dirancang khusus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Perlu diperhatikan, multivitamin khusus untuk ibu hamil ini bukanlah suatu hal yang dapat menggantikan makanan bergizi. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk tetap memperhatikan asupan nutrisinya dengan cara makan makanan yang sehat. Jika kamu sedang hamil, hindarilah mengonsumsi multivitamin yang tidak dirancang untuk kehamilan.

Catatan untuk Vitamin Tertentu

Tubuh manusia hanya membutuhkan sejumlah kecil setiap nutrisi dan mengonsumsi nutrisi dengan jumlah yang lebih tinggi belum tentu berarti lebih baik. Faktanya, mengonsumsi nutrisi lebih dari yang kamu butuhkan terkadang dapat menyebabkan kerusakan dan kelainan pada tubuh.

Sebagai contoh, mengonsumsi vitamin A, vitamin C, atau vitamin E dengan dosis tinggi bisa berbahaya bagi tubuh manusia. Sebaiknya, jangan mengonsumsi beberapa vitamin ini sebagai vitamin selama kehamilan.

Akan tetapi, kamu tetap perlu untuk memeriksakan dan mengonsultasikan diri pada dokter yang ahli di bidangnya untuk mendapat saran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kamu, ya!

Meski sudah banyak vitamin ibu hamil yang tersedia di pasaran, kamu tetap perlu berhati-hati dengan setiap produk yang ada dan tetap konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan.

Kenali proses kehamilan dan tanda kehamilan

Wanita Wajib Tahu, 3 Proses Kehamilan dan Tanda Awal Kehamilan

  • January 25, 2022

Proses kehamilan adalah suatu proses yang panjang, dalam kata lain, proses kehamilan tidak terjadi begitu saja. Namun, ada beberapa proses yang akhirnya mencapai sebuah kehamilan yang sehat. Apa saja proses kehamilan? Yuk, kita ketahui bersama!

Proses kehamilan pada wanita
Kehamilan atau dalam istilah medis disebut gestasi adalah suatu proses pembuahan ovum dan sperma (proses ini disebut fertilisasi). Setelahnya, proses kehamilan akan memasuki proses nidasi atau implantasi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah urutan terjadinya proses kehamilan:

  1. Proses ovulasi
    Proses ovulasi adalah proses pelepasan telur yang sudah matang atau siap dibuahi oleh sperma. Ovum yang sudah matang ini berada di tuba falopii untuk menunggu pembuahan.

Proses ovulasi biasanya terjadi selama 12-24 jam dan ovum akan dibuahi oleh sperma di tuba falopii hingga proses ovulasi berhasil. Ovum yang telah dibuahi akan membentuk sel yang aktif.

  1. Fertilisasi atau pembuahan
    Proses pembuahan atau fertilisasi adalah suatu proses pembuahan ovum dengan sel sperma yang berlangsung selama 24 jam. Sel yang aktif akibat dari fertilisasi ini akan membelah dan membentuk zigot.

Zigot ini umumnya memiliki kromosom yang akan menentukan jenis kelamin serta sifat-sifat genetik pada janin. Apabila pembuahan sudah terjadi, zigot akan berada di tuba falopii selama 48-72 jam dan akan mulai bergerak menuju rahim untuk memasuki proses implantasi.

  1. Proses implantasi
    Proses implantasi adalah suatu proses pelekatan zigot di dinding rahim. Proses implantasi biasanya berlangsung selama 6-11 hari setelah pembuahan. Zigot yang telah melekat di rahim akan aktif berkembang selama masa kehamilan.

Kenali tanda-tanda kehamilan
Meskipun sebagian orang tidak meraskaan tanda atau gejala kehamilan, namun beberapa tanda-tanda kehamilan berikut ini mungkin dapat dirasakan dan diperhatikan sejak dini, antara lain:

  • Mengalami telat haid atau menstruasi
  • Merasakan kembung perut pada minggu awal kehamilan
  • Mengalami perubahan pada payudara yang melunak dan sensitif
  • Mengalami flek atau pendarahan ringan dengan bercak
  • Merasakan mual, muntah, kelelahan yang berat, dan perubahaan mood

Wanita yang mengalami tanda-tanda kehamilan dan melakukan hubungan intim tanpa pengaman beberapa waktu sebelumnya bisa melakukan pengecekan dengan tespek.

Apabila tespek menunjukan hasil positif, maka cobalah berkonsultasi kepada dokter kandungan agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah zigot dalam kandungan dapat berkembang dengan baik atau tidak.

Tanda-tanda kehamilan di atas juga dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang belum berarti tanda dari kehamilan. Maka dari itu, periksakan segera kondisi yang kamu alami.

Pilek saat hamil dapat berbahaya

Ibu Hamil Harus Waspada, Obati Pilek Saat Hamil dengan Cara Ini

  • January 17, 2022

Kehamilan adalah suatu momentum besar yang dilewati hampir setiap wanita. Pada saat itu pula, tubuh akan mulai mengalami banyak penyesuaian dan berakibat pada kekebalan tubuh yang naik turun saat masa kehamilan. Sering kali, kekebalan tubuh yang sedang menurun membuat ibu hamil terkena pilek.

Pilek saat hamil mungkin membuat ibu hamil bertanya-tanya tentang bagaimana penanganan yang tepat dan obat yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Sebab, jika sampai salah memilih obat, kesehatanan janin dapat terganggu dan berakibat fatal.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui obat pilek saat hamil yang aman untuk dikonsumsi.

Apa penyebab pilek saat hamil?
Pilek saat hamil adalah suatu kondisi munculnya cairan berlebih pada rongga hidung hingga tenggorokan. Pilek saat hamil dapat disebabkan oleh infeksi virus ringan hingga berat yang menyerang tubuh saat sistem kekebalan tubuh menurun. Virus yang sering menyebabkan pilek saat hamil adalah rhinovirus yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya.

Biasanya pilek saat hamil dapat disertai dengan sakit tenggorokan, sakit pada sinus, kesulitan bernafas, dan disertai atau tidak disertai dengan demam.

Kenali gejala pilek saat hamil
Gejala pilek saat hamil jika terinfeksi virus pada umumnya memiliki beberapa gejala, antara lain:

  1. Sakit kepala dan disertai nyeri leher atau pening di dahi depan
  2. Pilek dengan penyumbatan lendir di hidung
  3. Bersin yang berulang
  4. Rasa nyeri dan pegal pada badan
  5. Rasa mudah lelah
  6. Hilangnya selera makan akibat indra penciuman berkurang
  7. Sakit tenggorokan
  8. Kesulitan bernafas hingga sesak nafas

Biasanya gejala pilek dapat dialami oleh ibu hamil selama 10-14 hari hingga akhirnya tubuh membaik melawan virus tersebut. Namun, apabila pilek saat hamil terjadi lebih dari 14 hari, segeralah berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan khusus.

Cara mengobati pilek saat hamil
Pilek saat hamil sebetulnya dapat diobati dengan cara sederhana dan alami, tanpa memerlukan obat. Beberapa obat pilek untuk ibu hamil juga harus di bawah pengawasan dokter dengan resep dosis yang telah disesuaikan.

Beberapa cara mengobati pilek saat hamil antara lain:

  1. Usapkan atau hirup perlahan obat gosok mentol dan minyak angin mentol agar dapat melegakan pernafasan
  2. Gunakan strip hidung untuk melancarkan pernafasan yang tersumbat akibat pilek
  3. Konsumsi obat batuk atau obat herbal lainnya dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter
  4. Cobalah untuk berkumur menggunakan air hangat dan garam jika pilek disertai sakit tenggorokan
  5. Teteskan hidung dengan semprotan saline agar membantu mengencerkan lendir atau cairan yang membuat hidung tersumbat
  6. Cobalah untuk meminum teh hangat dengan campuran lemon dan madu agar dapat meredakan sakit pada saluran pernafasan

Apabila selama 14 hari cara tersebut belum bisa meredakan pilek saat hamil, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan infeksi pernafasan yang dialami.